Proses Pembuatan Pensil

Setiap hari kita menggunakan pensil untuk menulis atau menggambar. Tapi apakah kita tahu bagaimana pembuatan pensil sebenarnya? Untuk itu kita perlu mengenal bagaimana langkah-langkah pembuatan pensil, hingga akhirnya dapat kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Dalam hal ini, kita akan membahasnya pada artikel berikut.

A. Bahan Baku Pembutan Pensil

1. Kayu

Kualitas kayu sangat mempengaruhi kualitas dari sebuah pensil. Untuk mendapatkan kualitas baik kayu yang dipergunakan batangnya berukuran sedang dan ringan. Kayunya memiliki serat lurus agar mudah dikerat dan permukaannya halus serta tidak mudah bengkok. Disamping itu pula warnanya agak kemerahan, bersih, dan terang. Dari sekian banyak jenisnya, kayu yang biasa dijadikan bahan baku untuk membuat pensil adalah Agathis, Jelutung, Melur, Pinus, dan Pulai.

2. Leads

Isi pensil disebut dengan leads. Leads untuk pensil warna merupakan campuran antara pigment (organic dan inorganic), Kaolin, Carboxy Methyl Cellulose, Wax dan Surfactant. Bahan-bahan tersebut harus dicampur dan dibentuk sehingga menjadi bentuk leads yang sempurna.
kayu yang akan dipakai untuk membuat pensil akan dikeringkan terlebih dahulu dan dipotong-potong menjadi balok pensil. kemudian balok pensil ini dipotong-potong lagi menjadi lempengan pensil (slat). sebelum dibuat menjadi pensil, slat itu diberi lilin (wax) dan diberi warna (stain).

Sedangkan yang digunakan sebagai isi pensil biasa adalah campuran grafit dan tanah liat, yang terbagi atas hitam (black lead) dan berwarna (color lead). Keras tidaknya lead yang dibuat dipengaruhi oleh pengaturan jumlah tanah liat yang dicampur. Jikalau kita perhatikan pada bagian ujung atas pensil, biasanya tercantum tulisan F, H, HB, atau 2B. Simbol ini menandakan tingkat kerasnya isi pensil.
  • Simbol /F/ untuk isi pensil yang bersifat sangat keras sehingga pensilnya dapat diraut menjadi sangat tajam (F = Fine Point).
  • Simbol /H/ untuk isi pensil yang keras (H = Hard).
  • Simbol /B/ untuk isi pensil yang berwarna Hitam (B = Black). Semakin besar angka yang ditulis di depan huruf B, maka warna isi pensil semakin hitam. misalnya, pensil 2B.
Leads tersebut lalu dipotong dengan ukuran pensil dan melewati proses pengeringan.

B. Pembuatan Bahan Utama

1. Pemilihan Kayu

Setelah batang-batang pohon ditebang dan diproses menjadi kayu, kemudian dipilihlah kayu-kayu yang mencukupi standar kualitas.

2. Pengeringan

Kayu-kayu yang sudah mencukupi standar dikeringkan terlebih dahulu.

3. Pemotongan

Setelah cukup kering, kayu tersebut dipotong-potong menjadi bagian kecil berbentuk balok-balok.

4. Pembentukan

Slat. Balok dibentuk lagi menjadi lempengan-lempengan kecil yang disebut dengan slat sebelum nanti dibuat menjadi bentuk pensil.

C. Pemprosesan Bahan Utama Menjadi Pensil

1. Grooving-Pembuatan Alur

Permukaan lempengan pensil (slat)diratakan terlebih dahulu, kemudian dimasukkan ke dalam mesin untuk dibuat alur yang akan diisi lead.

2. Pemberian Lem

Alur lead diberi lem untuk lead dengan alat khusus pemberi lem.

3. Pengisian Leads

Pengisian lead pada slat dilakukan pada sebelah bagian dari slat sebelum disatukan dengan selat penutupnya.

4. Disatukan menjadi seperti "Sandwich"

Kedua slat di atas disatukan seperti roti lapis (sandwich) dan direkatkan.

5. Molding-Pemotongan sehingga menjadi bentuk pensil

Slat yang sudah diisi dan disatukan dengan perekat, kemudian dipotong menjadi bentuk pensil.

6. Pengecatan

Pengecatan dilakukan untuk menjadikan pensil lebih menarik dipergunakan dan dipasarkan.

7. Hasil Pengecatan

Setelah selesai proses pengecatan, maka akan menghasilkan bentuk pensil yang lebih menarik. Setelah itu barulah dilakukan proses pengeringan lapisan cat sebelum ke tahap selanjutnya.

8. Pemberian Merek

Setelah proses pengecatan bagian luar pensil maka selanjutnya pensil diberi merek produksi.

9. Pemotongan Ujung Pensil

Pemotongan tiap ujung pensil dimaksudkan agar pensil bisa lebih mudah untuk dikepak (pack) karena memiliki ukuran panjang yang sama.

10. Penyerutan Pensil

Ada beberapa pensil yang didistribusikan di pasaran yang memang sudah diraut (ditajamkan) lebih dahulu, namun ada pula yang masih utuh.

11. Penambahan Accesories

Penambahan asesoris pensil biasanya diletakkan pada salah satu bagian ujung pensil yaitu karet penghapus.
Saat pensil selesai diproduksi kemudian dilakukan pengecekan yang antara lain adalah sebagai berikut :
  • Tes Kekuatan Rekat Lem
    Tes ini mengecek kuatnya lem yang menempel antara leads dengan kayu pensil. Hal ini mencegah agar leads tidak mudah merosot atau lepas dari batang kayu.
  • Tes Kekuatan Leads
    Tes ini dimaksudkan untuk mengukur kekuatan dari leads, sehingga leads tidak mudah patah atau hancur saat dipergunakan.
  • Dropping Test
    Tes ini mengukur kekuatan leads jika dijatuhkan sejauh 130cm (ukuran meja normal).
  • Tes Warna
    Tes ini dipergunakan untuk mengecek keseragaman warna pada pensil-pensil warna. Kesamaan atau ketepatan penyesuaian agar bisa terbentuk standarisasi apabila diproduksi di beberapa tempat.
  • Tes Anti Racun
    Tes ini membuktikan bahwa pensil-pensil yang dihasilkan tidaklah mengandung racun dan aman untuk digunakan oleh anak-anak. Alat yang digunakan untuk mengetes anti racun ini adalah Atomic Absorption Spectrophotometer(AAS).

12. Pengemasan


Setelah semua pensil sudah selesai melewati proses menjadi batangan pensil, selanjutnya dikemas dalam kemasan produksi (pack).

Untuk bisa melihat lebih jelas, anda bisa menonton klip video dari youtube berikut :

Referensi :

  • https://www.faber-castell.co.id/54025/Berita/Topik/Proses-Pembuatan-Pensil-Warna/default_news.aspx
  • https://ixe-11.blogspot.com/2012/04/dari-bahan-apakah-pensil-di-buat.html